Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Marhaban ya Ramadhan, Selamat
Berpuasa Bagi Kita Semua.
![]() |
| Menunggu Buka Puasa doc : Google.com |
Bulan Ramadhan atau Bulan yang
sering kita sebut Bulan Puasa, adalah bulan yang pernuh berkah, bulan yang
paling ditunggu-tunggu setiap umat islam diseluruh penjuru dunia. Bagaimana tidak,
selain karena dibulan ini dilimpahkan begitu banyak keberkahan dan pahala yang
berlipat, dibulan ini juga umat islam diseluruh dunia bisa saling lebih dekat bersatu
dan berbagi bersama, banyak waktu yang bisa digunakan untuk bisa menguatkan
tali silaturahmi.
Bicara bulan puasa sebagai bulan
yang paling dinanti, ada juga hal yang paling dinanti umat islam yang melaksanakan
ibadah puasa, contohnya adalah Adzan Maghrib, sebagaimana yang kita ketauhi,
adzan magrhib ditunggu karena Adzan Maghrib adalah tanda bagi seseorang yang
berpuasa untuk bisa berbuka. Tapi tak jarang juga dari kita yang selalu merasa
mengapa menunggu adzan maghrib terasa lama? Mungkinkah karena kita terlalu
menunggunya sehingga waktu terasa berjalan lambat ? tentu saja bukan.
Ada berbagai macam cara untuk
membuat waktu terasa cepat, salah satunya adalah dengan menyibukan diri. Menyibukan
diri bukan hanya membuat kita tak kenal waktu, menyibukan diri juga bukan
satu-satunya cara untuk kita bisa melupakan perasaan kepada seseorang, tetapi
dengan kegiatan ini bisa juga kita gunakan untuk membuat waktu berbuka terasa
cepat, lantas, apa aja sih kesibukan yang bisa kita lakukan sambil menunggu
waktu adzan ?
1. Membaca Al-Qur’an
Kita mulai dari
kegiatan yang sangat dianjurkan, selain bisa membuat waktu terasa begitu cepat,
dengan membaca Al-Qur’an juga kita bisa mendapat banyak pahala yang berlipat
ganda, spesialnya di bulan ramadhan ini.
2. Mendengarkan Ceramah
Tidak harus
pergi jauh-jauh ke tempat yang biasa mengadakan ceramah di sore hari, karena di
acara televisi atau di internet pun kita bisa mendapatkan berbagai macam
ceramah. Selain kegiatan ini untuk menunggu waktu berbuka, mendengarkan ceramah
juga bisa menambah ilmu pengetahuan kita tentang islam.
3. Membaca Buku
Jika salah satu
dari kita memang sudah biasa atau hobi membaca, maka tak akan terasa sulit dan
lama lagi jika menunggu waktu berbuka, karena dengan membaca buku novel pun
waktu tak akan terasa, saking menghayatinya kita terhadap cerita dalam buku
tersebut.
4. Berbincang Bersama Keluarga
Sambil menunggu
waktu berbuka baiknya juga kita meluangkan waktu untuk berbincang bersama
keluarga, karena hanya diwaktu inilah kita bisa berbincang bersama keluarga
kita selepas kita menjalani kesibukan hari dengan bekerja atau menimba ilmu.
5. Jalan-jalan
Jalan-jalan
merupakan alternatif yang biasa masyarakat Indonesia lakukan, karena selain
bisa menghabiskan waktu sambil menunggu berbuka, dengan jalan-jalan juga kita
bisa merefresh otak dengan melihat pemandangan sekitar.
6. Memasak
Khususnya bagi
perempuan, sambil menunggu waktu berbuka, biasakan untuk belajar memasak, atau
mencoba resep-resep masakan lain. Dengan memasak juga, kita tidak perlu
repot-repot pergi keluar rumah hanya untuk menghabiskan uang untuk menu
berbuka.
7. Chat dengan Do’i
Selain bisa
membuat waktu tak terasa karena saking serunya chat bersamanya, chat pada saat
menunggu juga memiliki manfaat untuk tidak mengurangi pahala puasa, karena Di bulan
puasa seharusnya kita menjaga pandangan dan hawa nafsu, jika salah satu dari
kita memiliki pasangan tapi tak ingin mengurangi pahala puasa dengan bertemu,
maka cara yang bisa kita lakukan adalah dengan chat ria bersamanya.
8. Mendalami Hobi
Dari pada kita
membuang waktu dengan tidur saat menunggu waktu berbuka, baiknya kita mendalami
hobi, belajar hal-hal yang baru tentang apa yang kita suka jauh lebih
bermanfaat untuk masa depan.
Dari beberapa tips
diatas yang bisa membuat waktu terasa cepat ke waktu berbuka, jangan lupa untuk
membaca Qur’an sebelumnya ya, karena membaca Qur’an jauh lebih bermanfaat dan
lebih banyak faedahnya, bukan hanya didunia tapi dikehidupan selanjutnya.
Untuk Wanita Muda yang ingin Dinikahi secepatnya dan yang masih bersikukuh untuk menjadi wanita karir ingatkah kalian akan peran kalian ? tahukah kalian sebenarnya kalian diciptakan untuk apakah ? peran Mulia apa yang Allah berikan ? sudahkah kalian mempersiapkan diri untuk Peran Mulia ini ?
Jika tidak mari kita mengingat bersama
Jika tidak mari kita mengingat bersama
1. hal yang pertama harus kalian ingat adalah kalian diciptakan agar menjadi seorang Istri, sedikit penjelasan tentang itu istri berperan sebagai penenang hati kami kaum Laki-laki, saat kami sedih--kalianlah yang menenangkan, saat kami sedang kesulitan--kalian yang membantu, saat kami terpuruk-- kalianlah yang menyemangati kami. namun bagaimanakah jadinya jika saat kami sedih,sulit,dan terpuruk kalian tidak ada dirumah ? hasilnya adalah perpecahan keluarga. maka ingatlah kalian ketika Rasulullah sedang dalam ketakutan dan kesedihan terhadap Wahyu yang akan ia terima, siapakah yang Menenangkan Beliau ? Khadijah. Khadijah berkata : Demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu selama-lamanya. Karena sungguh engkau suka menyambung silaturahmi, menanggung kebutuhan orang yang lemah, menutup kebutuhan orang yang tidak punya, menjamu dan memuliakan tamu dan engkau menolong setiap upaya menegakkan kebenaran.” (HR. Muttafaqun ‘alaih) Tidak ada yang diinginkan bagi seorang laki-laki melainkan seorang wanita yang dapat menerimanya apa adanya, percaya dan yakin kepadanya dan selalu membantunya ketika sulitnya.ingat kami butuh kalian saat kami sedang kesulitan, kami menginginkan kalian dirumah saat kami sedang kelelahan membanting tulang seharian. sebenarnya kami tak memerlukan kalian membantu mencari nafkah, sebab Allah menjadikan itu peran kami, biarlah kami yang bertanggung jawab atas nafkah keluarga. janganlah terpengaruh dunia saat ini, janganlah kalian ego akan kesetaraan gender, sebab Allah telah memberikan Laki-laki dan Wanita tugasnya masing masing.
2. Ingatlah peran kalian sebagai Ibu. sungguh peran ini adalah peran yang tak kalah mulianya disisi Allah.“Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk kuperlakukan dengan baik?” Beliau berkata, “Ibumu.” Laki-laki itu kembali bertanya, “Kemudian siapa?”, tanya laki-laki itu. “Ibumu”. Laki-laki itu bertanya lagi, “Kemudian siapa?”, tanya laki-laki itu. “Ibumu”, “Kemudian siapa?” tanyanya lagi. “Kemudian ayahmu”, jawab beliau.” (HR. Al-Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 6447). kata ibu bukanlah kata yang tak bermakna, tetapi mempunyai banyak makna didalamnya. sebab dari hadist ini kita tahu bahwa yang mempunyai hak paling banyak atas anaknya adalah ibunya, terutama bagi Laki-laki. Wanita sebagai ibu adalah Sekolah pertama bagi anak-anaknya maka jangan salahkan seseorang yang lain jika nanti anak kalian tak taat kepada Allah, atau menjadi anak yang nakal. sebab itu tergantung pada Ibunya mengajarkannya, dan seberapa banyak waktu seorang Ibu untuk anaknya. maka sekali lagi janganlah ego untuk mencari perkerjaan, sebab itu bukanlah kewajiban kalian. Kewajiban kalian adalah sebagai seorang Ibu, yang menyayangi Mengasihi dan Mengajari anak kalian.
coba bayangkan mengapa dunia saat ini mempunyai generasi muda penerus yang hancur, tawuran sana sini, pergaulan bebas sana sini, kekinian yang menjerumuskan disana dan disini. itu disebabkan karena sistem peran dalam keluarga yang tak bejalan dengan baik. seorang istri yang seharusnya ada dirumah untuk menyenangkan suaminya, malah kerja dan jarang waktu ada dirumah. akibatnya banyak perselingkuhan di lingkungan kerja entah antara laki-laki yang telah beristri atau wanita yang telah bersuami, akhirnya perceraian yang ada. juga dari jarangnya ada wanita dirumah, anaknya terlantar tak memiliki perhatian dan pengajaran lebih dari Ibunya sendiri, akhirnya anak tersebut menjadi liar dan tak terkendali.
bukan untuk menyalahkan wanita, dan tidak menyalahkan wanita untuk memperoleh ilmu setinggi-tingginya, tetapi kalian Wanita, ingatlah akan peran dan kewajiban yang telah Allah Berikan kepada kalian, Peran yang Mulia dan Sangat Penting untuk kemajuan bangsa dan Agama Allah, yaitu peran menjadi seorang Istri dan Ibu. Generasi Penerus ada ditangan kalian.
Ibu Kartini salah satu pejuang emansipasipun tidak melupakan tugasnya menjadi seorang Istri dan Ibu. maka ini adalah salah kaum fenimisme yang menyebarkan ajaran agar peran wanita setara dengan laki-laki
Ibu Kartini salah satu pejuang emansipasipun tidak melupakan tugasnya menjadi seorang Istri dan Ibu. maka ini adalah salah kaum fenimisme yang menyebarkan ajaran agar peran wanita setara dengan laki-laki
Assalamu'alaikum..
Sebelum Ke Materi, Yuk bantu saya dengan mensubscribe Channel Youtube saya dan Teman-teman saya,
Lanjut.
Selamat pagi
teman-teman, kata "sabar" kadang kala sering kita dengar saat dilanda
emosi, baik emosi amarah maupun emosi yang lainnya, kadang kala orang sering
beranggapan bahwa sabar ada batasannya, benar memang sabar ada batasannya jika
kita menuruti hawa nafsu yang sering kali musuh kita "setan" bisikan,
sebenarnya sabar itu tak ada batasannya sebab sifat sabar berasal dari Allah
dan Perintah-Nya, segala apapun yang Allah Perintahkan tak ada batasannya, jika
kita beranggapan bahwa segala yang ada di sisi Allah ada batasanya, maka kita
sama saja merendahkan dan meremehkan sifat kekal Allah, Naudzubillah.. segala
apa yang ada disisinya pasti baik dan tiada batasannya, hanya saja kita sebagai
mahkluknya yang mempunyai banyak salah dan tidak sempurna sering tergoda oleh
bisikan-bisikan setan.
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ
اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Wahai orang-orang yang
beriman jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah
beserta orang-orang yang sabar.
(Al-Baqarah [2] : 153)
(Al-Baqarah [2] : 153)
oke teman, Sabar berasal dari kata “sobaro-yasbiru” yang artinya menahan. Dan menurut
istilah, sabar adalah menahan diri dari kesusahan dan menyikapinya sesuai
syariah dan akal, menjaga lisan dari celaan, dan menahan anggota badan dari
berbuat dosa dan sebagainya.
ada beberapa contoh sabar dalam pengertian islam :
1.
Sabar dalam menjalankan
perintah Allah SWT
Sabar menjalankan segala perintah Allah misalkan kita
menjalankan ibadah seperti Shalat, Zakat, Puasa, Shadaqah, dan Dakwah. Kita harus
bersabar serta ikhlas dalam menjalankan semua ibadah tersebut karena itu adalah
Perintah Allah SWT.
Allah berfirman :
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا
“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.” (Thaahaa:132)
2.
Sabar dari apa yang dilarang
Allah SWT
Sering
kali kita bertanya mengapa Allah melarang suatu hal, padahal sesuatu itu hal
yang kita suka dan menurut kita sudah menjadi kebiasaan dalam kehidupan manusia
zaman sekarang, tetapi kembali lagi apa yang Allah perintahkan dan Allah larang
itu semua baik untuk kita, baik untuk kehidupan dunia maupun akhirat, dan kita
harus dan wajib bersabar dalam menjauhi segala larangan Allah sebab Allah Tahu
sedangkan kita tidak.
Allah
berfirman :
وَعَسَى
أَن تَكْرَهُواْ شَيْئاً وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تُحِبُّواْ شَيْئاً
وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ
“…Boleh
jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula)
kamu me-nyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang
kamu tidak mengetahui." (Al-Baqarah:
216)
3.
Sabar terhadap apa yang telah
ditakdirkan Allah SWT
Sabar terhadap setiap yang telah ditakdirkan-Nya maksudnya
kita harus bersabar jika kita terlahir dengan kondisi fisik yang kurang
sempurna, dengan perekonomian yang kurang mencukupi, sebab semua itu adalah
ujian dan cobaan bagi kita dari Allah SWT
Firman
Allah :
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ
حَتَّىٰ نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَ
أَخْبَارَكُمْ
“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji
kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara
kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.” ( Q.S. Muhammad
:31)
Nah, setelah kita mengetahui contoh daripada
sabar sebaiknya kita mengetahui pula apa dan bagaimana cara untuk bersabar,
berikut adalah cara untuk bersabar :
1. Cari dulu
penyebabnya
Sebelum memulai langkah – langkah lain,
terlebih dulu kita perlu mengenali penyebabnya mengapa kita sulit untuk
bersabar. Apakah karena dipengaruhi oleh tenggat waktu, atau karena terlalu
antusias untuk menghadapi sesuatu hal yang sudah menjelang di depan mata. Bila
kita sudah tahu penyebabnya, kita akan lebih mudah mengendalikan diri dan tidak
memaksakan diri untuk menjalani kegiatan dengan terburu – buru. Cobalah
meneliti pemicu apa yang biasanya membuat kita kehilangan kesabaran.
2. Belajar dari
penyebabnya
Jika sudah mengetahui apa pemicu dari
ketidaksabaran kita, maka kita bisa mengenali pola yang tampak setiap kali
kehilangan kesabaran dan belajar mengenali tanda – tandanya. Dengan demikian,
kita bisa mencegahnya sebelum rasa tidak sabar itu berkembang lebih jauh dan
membuat kita makin emosional. Berlatih bersikap sabar
3. Belajar bersikap
santai dan rileks
Kurangnya kemampuan untuk menenangkan diri dan
bersikap rileks adalah salah satu penyebab timbulnya rasa tidak sabar, jika
kita mampu merasa santai, maka tidak perlu untuk bersikap terburu – buru dan
melupakan segala pertimbangan. Tarik napas dalam – dalam dan cobalah gerakan –
gerakan senam kecil untuk merilekskan tubuh. Duduk dengan tenang selama
beberapa saat, dengarkan musik atau menggunakan aromaterapi agar tubuh bisa tenang
dan melepaskan tekanan.
4. Fokus pada tujuan
Menetapkan fokus pada tujuan yang ingin
dicapai bisa membantu untuk melatih sikap sabar. Fokus ini tidak hanya berlaku
pada tujuan yang besar saja, melainkan juga bisa kita terapkan pada tujuan –
tujuan yang lebih kecil. Justru, fokus pada tujuan yang lebih kecil bisa kita
gunakan untuk melatih sikap sabar tersebut.
5. Catat kemajuan yang
sudah dicapai
Ketika menginginkan sesuatu hal, tidak
semuanya akan langsung bisa kita capai saat itu juga. Ada kalanya memerlukan
beberapa tahapan atau langkah untuk mencapai hal tersebut. Biasakan menulis
target mana saja atau tahapan mana yang sudah dilalui untuk melatih sikap
sabar. Dengan memiliki catatan tentang prosesnya, kita bisa melihat sejauh mana
kemajuan dari proses tersebut dan bisa menahan diri untuk menunggu sampai
selesai ke tujuan.
6. Tumbuhkan pikiran
positif
Selalu memiliki pikiran yang positif erat
kaitannya dengan bersikap sabar. Ketergesaan biasanya timbul dari berbagai
pikiran negatif dalam diri kita. Misalnya, takut pekerjaan tidak akan selesai
tepat waktu dan lain – lain.
7. Persiapkan diri
untuk hal tidak terduga
Berbagai kejadian yang diluar perkiraan juga
akan menguras kesabaran jika kita tidak berlatih untuk terbiasa bersikap sabar.
Kejadian – kejadian tersebut akan menjadi alasan untuk kita merasa bersuasana
hati buruk sepanjang hari yang bisa mempengaruhi berbagai hal yang dikerjakan
hari itu. Oleh sebab itu cobalah berlatih kesabaran agar bila ada rencana yang
tidak berjalan dengan semestinya.
8. Gunakan waktu
untuk beristirahat
Kehidupan yang serba sibuk dan terburu – buru
menyebabkan seseorang tidak bisa menyisihkan waktu untuk beristirahat. Pola
hidup semacam ini sekarang dilakukan oleh hampir semua orang dan tidak hanya
terbatas pada kalangan pekerja kantoran saja. Mengambil waktu untuk
beristirahat sejenak akan menjadi latihan yang bagus bagi kesabaran kita karena
kita belajar menunda keinginan. Luangkan waktu untuk beristirahat sejenak dalam
sehari, misalnya selama 1-2 jam untuk tidur siang atau bersantai.
7. Atasi rasa bosan
Perasaan bosan seringkali menjadi penyebab
timbulnya ketidak sabaran. Bila sedang bosan atau jenuh akan sesuatu, biasanya
kita akan menjadi tidak sabar dan ingin hal tersebut segera berlalu.
8. Sabar bukan berarti
menunda
Pengertian sabar dengan menunda menyelesaikan
suatu pekerjaan sama sekali lain. Sabar tidak bisa dijadikan alasan untuk
menunda pekerjaan kita. Penundaan suatu pekerjaan yang harus kita lakukan
karena rasa malas biasanya tidak akan menghasilkan sesuatu yang positif,
sedangkan menunda suatu hal dengan bersabar justru bertujuan untuk mencegah
efek negatif yang mungkin muncul.
9. Buatlah segala
sesuatunya menjadi sederhana
Kerumitan yang kita ciptakan sendiri dalam
hidup tentu saja akan menjadi ujian bagi kesabaran kita. Segala sesuatu yang
rumit tidak pernah mudah, dan akan menghasilkan kesulitan yang lebih bagi kita.
Sedangkan kesulitan itu akan menguras sikap sabar dari diri kita. Oleh karena
itu, sederhanakan saja semua hal yang kita bisa untuk mempermudah kehidupan
yang dijalani.
10. Bersikap realistis
dalam hidup
Tidak semua hal dalam hidup akan berjalan
seindah dongeng, karena itu kita juga harus bisa menerima pahit manisnya
kehidupan. Tidak bisa bersikap realistis merupakan salah satu penyebab ketidak sabaran
seseorang.
11. Bersedia menjalani
kesusahan
Dibalik setiap kesusahan pasti ada kemudahan.
Kutipan ini mempunyai makna yang dalam, yaitu ketika kita dilanda kesusahan
pasti akan ada kemudahan yang datang. Bila kita bisa bersabar untuk menjalani
hal yang tidak menyenangkan.
Berikut adalah contoh sifat sabar yang dapat kita
teladani dari Rasulullah, salah satu sifat beliau yang menonjol adalah
kesabarannya. Bukan kesabaran dalam kondisi biasa, termasuk kesabaran dalam
medan pertempuran yang sangat menakutkan sekalipun. Inilah yang diceritakan
Said Hawwa dalam kitabnya “Ar-Rasul Shallallahu ‘alaihi Wa
Sallam.”
Sikap sabar beliau yang paling menonjol dalam perang terdahsyatnya adalah saat perang Uhud dan perang Khandaq. Pada hari kaum muslimin didera kekalahan, beliau tetap tegar tidak mundur sejengkalpun. Juga pada hari pengepungan pasukan sekutu terhadap kota Madinah yang membuat nafas kaum muslimin tersengal-sengal, tetapi beliau tetap memiliki harapan untuk menang.
Imam Muslim meriwayatkan, “Rasulullah Saw berperang hanya ditemani tujuh orang Anshar dan dua orang Quraisy dalam perang Uhud.”
Saat perang Uhud, kaum musyrikin mampu menerobos dan mendekati Rasulullah saw. Salah seorang dari mereka bahkan melempari beliau dengan batu yang membuat hidung dan dagu beliau pecah, muka beliau robek hingga mengucurkan darah. Tak cukup sampai disini, kemudian tersiar kabar bahwa Nabi Muhammad telah terbunuh. Maka kaum Muslimin terpecah-pecah, sebagian masuk Madinah dan sebagian lari ke atas gunung. Para sahabat bingung, tak tahu apa yang harus diperbuat.
Rasulullah Saw memasang anak panah dan memberikannya pada Sa’ad bin Abi Waqhash dan mengatakan, “Tembakkan, jaminanmu adalah ayah dan ibuku.” Abu Thalhah Al Anshari adalah seorang pemanah yang jitu dalam menembak sasaranya, ia bertarung habis-habisan membela Rasulullah Saw, jika ia memanah, Rasulullah Saw menampakkan dirinya melihat dimana anak panahnya mengenai sasaran.
Di saat yang sulit ini, ketika umat Islam lari bercerai-berai tidak ada yang menemani Rasulullah Saw, kecuali jumlah yang sedikit ini. Rasulullah Saw tetap tegar memimpin peperangan yang paling mengharukan antara tiga ribu pasukan kafir Quraisy melawan Rasulullah dan beberapa orang saja yang menyertainya. Beliau tidak mau menyerah kalah, tetapi bersikeras bersama orang-orang yang menyertainya bertempur habis-habisan, sampai kaum musyrikin melihat bahwa kerugian mereka lebih besar dari pada keuntunganya, sampai akhirnya lari meninggalkan Nabi Saw dan pengikutnya.
Kesabaran yang bagaimana ini?
Jangan kita lupakan bahwa kabar terbunuhnya Muhammad sudah tersiar, dan Rasulullah Saw meminta orang-orang yang mengetahui keberadaan beliau untuk tidak menolak kabar itu, agar jangan sampai membuat kafir Quraisyi mengurungkan niat meninggalkan pertempuran. Beliau tetap bersabar dalam posisi yang paling sulit dan tidak keluar dari komando tempur yang sempurna.
Sementara pada saat perang Khandaq, Madinah dikepung dengan sangat ketat, dalam waktu yang lama yang membuat kaum muslimin berada dalam posisi aman sulit sehingga mereka tidak mengenal tidur dan istirahat berhari-hari. Pasukan Ahzab menyerang mereka dari titik yang lemah. Kaum muslimin bergerak sambung-menyambung dari tempat satu ke tempat lain untuk menghindari serangan mendadak dan kaum muslimin merasa letih sebagaimana disifati Allah Swt,
(yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka. Disitulah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat. (al-Ahzab: 10-11)
Dalam situasi yang sedemikian sulit tiba-tiba Bani Quraizhah yang berada di dalam Madinah memutuskan perjanjian dengan Rasulullah Saw dan mengumumkan perang. Saat itu kaum muslimin semuanya terancam jiwanya, anak istri mereka terancam ditawan. Kesabaran yang bagaimana yang diperlukan seorang pemimpin dalam situasi dan kondisi yang sangat mencekam itu?.
Rasulullah Saw menyamar dengan pakaiannya, terlentang dan diam lama. Jika umat Islam diserang kekhawatiran, dan posisi mereka diujung tanduk, beliau segera bangkit dan meniupkan harapan dan menumbuhkan azam, serta meninggikan kembali semangat mereka. Beliau bersabda, ”Bergembiralah dan tunggulah dengan kemenangan dan dari pertolongan Allah.”
Bahaya yang ada di depan mata dan situasi yang mencekam tidak berpengaruh sedikitpun pada jiwa sang Pemimpin Agung, bahkan yang ada dalam jiwanya adalah kesabaran yang tumbuh di atas kesabaran. Subhanallah, semoga shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepadamu ya Rasulullah. Wallahu a’lam bissawab.
Sikap sabar beliau yang paling menonjol dalam perang terdahsyatnya adalah saat perang Uhud dan perang Khandaq. Pada hari kaum muslimin didera kekalahan, beliau tetap tegar tidak mundur sejengkalpun. Juga pada hari pengepungan pasukan sekutu terhadap kota Madinah yang membuat nafas kaum muslimin tersengal-sengal, tetapi beliau tetap memiliki harapan untuk menang.
Imam Muslim meriwayatkan, “Rasulullah Saw berperang hanya ditemani tujuh orang Anshar dan dua orang Quraisy dalam perang Uhud.”
Saat perang Uhud, kaum musyrikin mampu menerobos dan mendekati Rasulullah saw. Salah seorang dari mereka bahkan melempari beliau dengan batu yang membuat hidung dan dagu beliau pecah, muka beliau robek hingga mengucurkan darah. Tak cukup sampai disini, kemudian tersiar kabar bahwa Nabi Muhammad telah terbunuh. Maka kaum Muslimin terpecah-pecah, sebagian masuk Madinah dan sebagian lari ke atas gunung. Para sahabat bingung, tak tahu apa yang harus diperbuat.
Rasulullah Saw memasang anak panah dan memberikannya pada Sa’ad bin Abi Waqhash dan mengatakan, “Tembakkan, jaminanmu adalah ayah dan ibuku.” Abu Thalhah Al Anshari adalah seorang pemanah yang jitu dalam menembak sasaranya, ia bertarung habis-habisan membela Rasulullah Saw, jika ia memanah, Rasulullah Saw menampakkan dirinya melihat dimana anak panahnya mengenai sasaran.
Di saat yang sulit ini, ketika umat Islam lari bercerai-berai tidak ada yang menemani Rasulullah Saw, kecuali jumlah yang sedikit ini. Rasulullah Saw tetap tegar memimpin peperangan yang paling mengharukan antara tiga ribu pasukan kafir Quraisy melawan Rasulullah dan beberapa orang saja yang menyertainya. Beliau tidak mau menyerah kalah, tetapi bersikeras bersama orang-orang yang menyertainya bertempur habis-habisan, sampai kaum musyrikin melihat bahwa kerugian mereka lebih besar dari pada keuntunganya, sampai akhirnya lari meninggalkan Nabi Saw dan pengikutnya.
Kesabaran yang bagaimana ini?
Jangan kita lupakan bahwa kabar terbunuhnya Muhammad sudah tersiar, dan Rasulullah Saw meminta orang-orang yang mengetahui keberadaan beliau untuk tidak menolak kabar itu, agar jangan sampai membuat kafir Quraisyi mengurungkan niat meninggalkan pertempuran. Beliau tetap bersabar dalam posisi yang paling sulit dan tidak keluar dari komando tempur yang sempurna.
Sementara pada saat perang Khandaq, Madinah dikepung dengan sangat ketat, dalam waktu yang lama yang membuat kaum muslimin berada dalam posisi aman sulit sehingga mereka tidak mengenal tidur dan istirahat berhari-hari. Pasukan Ahzab menyerang mereka dari titik yang lemah. Kaum muslimin bergerak sambung-menyambung dari tempat satu ke tempat lain untuk menghindari serangan mendadak dan kaum muslimin merasa letih sebagaimana disifati Allah Swt,
(yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka. Disitulah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat. (al-Ahzab: 10-11)
Dalam situasi yang sedemikian sulit tiba-tiba Bani Quraizhah yang berada di dalam Madinah memutuskan perjanjian dengan Rasulullah Saw dan mengumumkan perang. Saat itu kaum muslimin semuanya terancam jiwanya, anak istri mereka terancam ditawan. Kesabaran yang bagaimana yang diperlukan seorang pemimpin dalam situasi dan kondisi yang sangat mencekam itu?.
Rasulullah Saw menyamar dengan pakaiannya, terlentang dan diam lama. Jika umat Islam diserang kekhawatiran, dan posisi mereka diujung tanduk, beliau segera bangkit dan meniupkan harapan dan menumbuhkan azam, serta meninggikan kembali semangat mereka. Beliau bersabda, ”Bergembiralah dan tunggulah dengan kemenangan dan dari pertolongan Allah.”
Bahaya yang ada di depan mata dan situasi yang mencekam tidak berpengaruh sedikitpun pada jiwa sang Pemimpin Agung, bahkan yang ada dalam jiwanya adalah kesabaran yang tumbuh di atas kesabaran. Subhanallah, semoga shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepadamu ya Rasulullah. Wallahu a’lam bissawab.
Dan (semoga)
jangan sekali -kali ada diantara kamu dan aku yang meremehkan Ciptaan,
Kebesaran, Perintah dan Kekuasaan-Nya dengan berkata "sabar ada
batasnya", sebenarnya sabar tak ada batasanya karena ia dalah Ciptaan dan
Perintah-Nya kemudian jika aku dan kamu sekalian yakin kepada-Nya dan
menjadikan Sabar dan Sholat sebagai penolongmu dan penolongku, Allah akan
limpahkan kekuatan dari kesabaran di setiap masalah dan cobaan kita,
sesungguhnya Allah bersama orang - orang yang sabar. Semoga kamu dan aku
termasuk orang-orang sabar dan dekat dengan-Nya.
Sekian artikel
tentang pengertian, contoh, dan cara sabar yang di perintahkan Allah Swt dan di
contohkan oleh Rasulullah Saw. Wassalamu’alaikum
Sumber :

