Aprinda Rizky Ma'rufi

" Ia adalah lagu, musik yang kuputar selalu, nada yang mendayu, dentingan piano yang membuat candu. Aku panggil ia dengan sebutan “Kamu”. "
Ikuti Aku
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Marhaban ya Ramadhan, Selamat Berpuasa Bagi Kita Semua.

Menunggu Buka Puasa
doc : Google.com
Bulan Ramadhan atau Bulan yang sering kita sebut Bulan Puasa, adalah bulan yang pernuh berkah, bulan yang paling ditunggu-tunggu setiap umat islam diseluruh penjuru dunia. Bagaimana tidak, selain karena dibulan ini dilimpahkan begitu banyak keberkahan dan pahala yang berlipat, dibulan ini juga umat islam diseluruh dunia bisa saling lebih dekat bersatu dan berbagi bersama, banyak waktu yang bisa digunakan untuk bisa menguatkan tali silaturahmi.
Bicara bulan puasa sebagai bulan yang paling dinanti, ada juga hal yang paling dinanti umat islam yang melaksanakan ibadah puasa, contohnya adalah Adzan Maghrib, sebagaimana yang kita ketauhi, adzan magrhib ditunggu karena Adzan Maghrib adalah tanda bagi seseorang yang berpuasa untuk bisa berbuka. Tapi tak jarang juga dari kita yang selalu merasa mengapa menunggu adzan maghrib terasa lama? Mungkinkah karena kita terlalu menunggunya sehingga waktu terasa berjalan lambat ? tentu saja bukan.
Ada berbagai macam cara untuk membuat waktu terasa cepat, salah satunya adalah dengan menyibukan diri. Menyibukan diri bukan hanya membuat kita tak kenal waktu, menyibukan diri juga bukan satu-satunya cara untuk kita bisa melupakan perasaan kepada seseorang, tetapi dengan kegiatan ini bisa juga kita gunakan untuk membuat waktu berbuka terasa cepat, lantas, apa aja sih kesibukan yang bisa kita lakukan sambil menunggu waktu adzan ?

1.       Membaca Al-Qur’an

Kita mulai dari kegiatan yang sangat dianjurkan, selain bisa membuat waktu terasa begitu cepat, dengan membaca Al-Qur’an juga kita bisa mendapat banyak pahala yang berlipat ganda, spesialnya di bulan ramadhan ini.

2.       Mendengarkan Ceramah

Tidak harus pergi jauh-jauh ke tempat yang biasa mengadakan ceramah di sore hari, karena di acara televisi atau di internet pun kita bisa mendapatkan berbagai macam ceramah. Selain kegiatan ini untuk menunggu waktu berbuka, mendengarkan ceramah juga bisa menambah ilmu pengetahuan kita tentang islam.

3.       Membaca Buku

Jika salah satu dari kita memang sudah biasa atau hobi membaca, maka tak akan terasa sulit dan lama lagi jika menunggu waktu berbuka, karena dengan membaca buku novel pun waktu tak akan terasa, saking menghayatinya kita terhadap cerita dalam buku tersebut.

4.       Berbincang Bersama Keluarga

Sambil menunggu waktu berbuka baiknya juga kita meluangkan waktu untuk berbincang bersama keluarga, karena hanya diwaktu inilah kita bisa berbincang bersama keluarga kita selepas kita menjalani kesibukan hari dengan bekerja atau menimba ilmu.

5.       Jalan-jalan

Jalan-jalan merupakan alternatif yang biasa masyarakat Indonesia lakukan, karena selain bisa menghabiskan waktu sambil menunggu berbuka, dengan jalan-jalan juga kita bisa merefresh otak dengan melihat pemandangan sekitar.

6.       Memasak

Khususnya bagi perempuan, sambil menunggu waktu berbuka, biasakan untuk belajar memasak, atau mencoba resep-resep masakan lain. Dengan memasak juga, kita tidak perlu repot-repot pergi keluar rumah hanya untuk menghabiskan uang untuk menu berbuka.

7.       Chat dengan Do’i

Selain bisa membuat waktu tak terasa karena saking serunya chat bersamanya, chat pada saat menunggu juga memiliki manfaat untuk tidak mengurangi pahala puasa, karena Di bulan puasa seharusnya kita menjaga pandangan dan hawa nafsu, jika salah satu dari kita memiliki pasangan tapi tak ingin mengurangi pahala puasa dengan bertemu, maka cara yang bisa kita lakukan adalah dengan chat ria bersamanya.

8.       Mendalami Hobi

Dari pada kita membuang waktu dengan tidur saat menunggu waktu berbuka, baiknya kita mendalami hobi, belajar hal-hal yang baru tentang apa yang kita suka jauh lebih bermanfaat untuk masa depan.


Dari beberapa tips diatas yang bisa membuat waktu terasa cepat ke waktu berbuka, jangan lupa untuk membaca Qur’an sebelumnya ya, karena membaca Qur’an jauh lebih bermanfaat dan lebih banyak faedahnya, bukan hanya didunia tapi dikehidupan selanjutnya.


Untuk Wanita Muda yang ingin Dinikahi secepatnya dan yang masih bersikukuh untuk menjadi wanita karir ingatkah kalian akan peran kalian ? tahukah kalian sebenarnya kalian diciptakan untuk apakah ? peran Mulia apa yang Allah berikan ? sudahkah kalian mempersiapkan diri untuk Peran Mulia ini ?
Jika tidak mari kita mengingat bersama
1. hal yang pertama harus kalian ingat adalah kalian diciptakan agar menjadi seorang Istri, sedikit penjelasan tentang itu istri berperan sebagai penenang hati kami kaum Laki-laki, saat kami sedih--kalianlah yang menenangkan, saat kami sedang kesulitan--kalian yang membantu, saat kami terpuruk-- kalianlah yang menyemangati kami. namun bagaimanakah jadinya jika saat kami sedih,sulit,dan terpuruk kalian tidak ada dirumah ? hasilnya adalah perpecahan keluarga. maka ingatlah kalian ketika Rasulullah sedang dalam ketakutan dan kesedihan terhadap Wahyu yang akan ia terima, siapakah yang Menenangkan Beliau ? Khadijah. Khadijah berkata : Demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu selama-lamanya. Karena sungguh engkau suka menyambung silaturahmi, menanggung kebutuhan orang yang lemah, menutup kebutuhan orang yang tidak punya, menjamu dan memuliakan tamu dan engkau menolong setiap upaya menegakkan kebenaran.” (HR. Muttafaqun ‘alaih) Tidak ada yang diinginkan bagi seorang laki-laki melainkan seorang wanita yang dapat menerimanya apa adanya, percaya dan yakin kepadanya dan selalu membantunya ketika sulitnya.ingat kami butuh kalian saat kami sedang kesulitan, kami menginginkan kalian dirumah saat kami sedang kelelahan membanting tulang seharian. sebenarnya kami tak memerlukan kalian membantu mencari nafkah, sebab Allah menjadikan itu peran kami, biarlah kami yang bertanggung jawab atas nafkah keluarga. janganlah terpengaruh dunia saat ini, janganlah kalian ego akan kesetaraan gender, sebab Allah telah memberikan Laki-laki dan Wanita tugasnya masing masing.
2. Ingatlah peran kalian sebagai Ibu. sungguh peran ini adalah peran yang tak kalah mulianya disisi Allah.“Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk kuperlakukan dengan baik?” Beliau berkata, “Ibumu.” Laki-laki itu kembali bertanya, “Kemudian siapa?”, tanya laki-laki itu. “Ibumu”. Laki-laki itu bertanya lagi, “Kemudian siapa?”, tanya laki-laki itu. “Ibumu”, “Kemudian siapa?” tanyanya lagi. “Kemudian ayahmu”, jawab beliau.” (HR. Al-Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 6447). kata ibu bukanlah kata yang tak bermakna, tetapi mempunyai banyak makna didalamnya. sebab dari hadist ini kita tahu bahwa yang mempunyai hak paling banyak atas anaknya adalah ibunya, terutama bagi Laki-laki. Wanita sebagai ibu adalah Sekolah pertama bagi anak-anaknya maka jangan salahkan seseorang yang lain jika nanti anak kalian tak taat kepada Allah, atau menjadi anak yang nakal. sebab itu tergantung pada Ibunya mengajarkannya, dan seberapa banyak waktu seorang Ibu untuk anaknya. maka sekali lagi janganlah ego untuk mencari perkerjaan, sebab itu bukanlah kewajiban kalian. Kewajiban kalian adalah sebagai seorang Ibu, yang menyayangi Mengasihi dan Mengajari anak kalian.
coba bayangkan mengapa dunia saat ini mempunyai generasi muda penerus yang hancur, tawuran sana sini, pergaulan bebas sana sini, kekinian yang menjerumuskan disana dan disini. itu disebabkan karena sistem peran dalam keluarga yang tak bejalan dengan baik. seorang istri yang seharusnya ada dirumah untuk menyenangkan suaminya, malah kerja dan jarang waktu ada dirumah. akibatnya banyak perselingkuhan di lingkungan kerja entah antara laki-laki yang telah beristri atau wanita yang telah bersuami, akhirnya perceraian yang ada. juga dari jarangnya ada wanita dirumah, anaknya terlantar tak memiliki perhatian dan pengajaran lebih dari Ibunya sendiri, akhirnya anak tersebut menjadi liar dan tak terkendali.
bukan untuk menyalahkan wanita, dan tidak menyalahkan wanita untuk memperoleh ilmu setinggi-tingginya, tetapi kalian Wanita, ingatlah akan peran dan kewajiban yang telah Allah Berikan kepada kalian, Peran yang Mulia dan Sangat Penting untuk kemajuan bangsa dan Agama Allah, yaitu peran menjadi seorang Istri dan Ibu. Generasi Penerus ada ditangan kalian.
Ibu Kartini salah satu pejuang emansipasipun tidak melupakan tugasnya menjadi seorang Istri dan Ibu. maka ini adalah salah kaum fenimisme yang menyebarkan ajaran agar peran wanita setara dengan laki-laki
Assalamu'alaikum..


Sebelum Ke Materi, Yuk bantu saya dengan mensubscribe Channel Youtube saya dan Teman-teman saya, 



Lanjut.

Selamat pagi teman-teman, kata "sabar" kadang kala sering kita dengar saat dilanda emosi, baik emosi amarah maupun emosi yang lainnya, kadang kala orang sering beranggapan bahwa sabar ada batasannya, benar memang sabar ada batasannya jika kita menuruti hawa nafsu yang sering kali musuh kita "setan" bisikan, sebenarnya sabar itu tak ada batasannya sebab sifat sabar berasal dari Allah dan Perintah-Nya, segala apapun yang Allah Perintahkan tak ada batasannya, jika kita beranggapan bahwa segala yang ada di sisi Allah ada batasanya, maka kita sama saja merendahkan dan meremehkan sifat kekal Allah, Naudzubillah.. segala apa yang ada disisinya pasti baik dan tiada batasannya, hanya saja kita sebagai mahkluknya yang mempunyai banyak salah dan tidak sempurna sering tergoda oleh bisikan-bisikan setan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Wahai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. 
(Al-Baqarah [2] : 153)

oke teman, Sabar berasal dari kata “sobaro-yasbiru” yang artinya menahan. Dan menurut istilah, sabar adalah menahan diri dari kesusahan dan menyikapinya sesuai syariah dan akal, menjaga lisan dari celaan, dan menahan anggota badan dari berbuat dosa dan sebagainya.

ada beberapa contoh sabar dalam pengertian islam :
1.    Sabar dalam menjalankan perintah Allah SWT
Sabar menjalankan segala perintah Allah misalkan kita menjalankan ibadah seperti Shalat, Zakat, Puasa, Shadaqah, dan Dakwah. Kita harus bersabar serta ikhlas dalam menjalankan semua ibadah tersebut karena itu adalah Perintah Allah SWT.

Allah berfirman :

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.” (Thaahaa:132)

2.    Sabar dari apa yang dilarang Allah SWT
Sering kali kita bertanya mengapa Allah melarang suatu hal, padahal sesuatu itu hal yang kita suka dan menurut kita sudah menjadi kebiasaan dalam kehidupan manusia zaman sekarang, tetapi kembali lagi apa yang Allah perintahkan dan Allah larang itu semua baik untuk kita, baik untuk kehidupan dunia maupun akhirat, dan kita harus dan wajib bersabar dalam menjauhi segala larangan Allah sebab Allah Tahu sedangkan kita tidak.

Allah berfirman :
وَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئاً وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تُحِبُّواْ شَيْئاً وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ
“…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu me-nyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (Al-Baqarah: 216) 

3.    Sabar terhadap apa yang telah ditakdirkan Allah SWT
Sabar terhadap setiap yang telah ditakdirkan-Nya maksudnya kita harus bersabar jika kita terlahir dengan kondisi fisik yang kurang sempurna, dengan perekonomian yang kurang mencukupi, sebab semua itu adalah ujian dan cobaan bagi kita dari Allah SWT
Firman Allah :
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّىٰ نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَ أَخْبَارَكُمْ
“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.” ( Q.S. Muhammad :31)

Nah, setelah kita mengetahui contoh daripada sabar sebaiknya kita mengetahui pula apa dan bagaimana cara untuk bersabar, berikut adalah cara untuk bersabar :
1. Cari dulu penyebabnya
Sebelum memulai langkah – langkah lain, terlebih dulu kita perlu mengenali penyebabnya mengapa kita sulit untuk bersabar. Apakah karena dipengaruhi oleh tenggat waktu, atau karena terlalu antusias untuk menghadapi sesuatu hal yang sudah menjelang di depan mata. Bila kita sudah tahu penyebabnya, kita akan lebih mudah mengendalikan diri dan tidak memaksakan diri untuk menjalani kegiatan dengan terburu – buru. Cobalah meneliti pemicu apa yang biasanya membuat kita kehilangan kesabaran.
2. Belajar dari penyebabnya
Jika sudah mengetahui apa pemicu dari ketidaksabaran kita, maka kita bisa mengenali pola yang tampak setiap kali kehilangan kesabaran dan belajar mengenali tanda – tandanya. Dengan demikian, kita bisa mencegahnya sebelum rasa tidak sabar itu berkembang lebih jauh dan membuat kita makin emosional. Berlatih bersikap sabar
3. Belajar bersikap santai dan rileks
Kurangnya kemampuan untuk menenangkan diri dan bersikap rileks adalah salah satu penyebab timbulnya rasa tidak sabar, jika kita mampu merasa santai, maka tidak perlu untuk bersikap terburu – buru dan melupakan segala pertimbangan. Tarik napas dalam – dalam dan cobalah gerakan – gerakan senam kecil untuk merilekskan tubuh. Duduk dengan tenang selama beberapa saat, dengarkan musik atau menggunakan aromaterapi agar tubuh bisa tenang dan melepaskan tekanan.
4. Fokus pada tujuan
Menetapkan fokus pada tujuan yang ingin dicapai bisa membantu untuk melatih sikap sabar. Fokus ini tidak hanya berlaku pada tujuan yang besar saja, melainkan juga bisa kita terapkan pada tujuan – tujuan yang lebih kecil. Justru, fokus pada tujuan yang lebih kecil bisa kita gunakan untuk melatih sikap sabar tersebut.
5. Catat kemajuan yang sudah dicapai
Ketika menginginkan sesuatu hal, tidak semuanya akan langsung bisa kita capai saat itu juga. Ada kalanya memerlukan beberapa tahapan atau langkah untuk mencapai hal tersebut. Biasakan menulis target mana saja atau tahapan mana yang sudah dilalui untuk melatih sikap sabar. Dengan memiliki catatan tentang prosesnya, kita bisa melihat sejauh mana kemajuan dari proses tersebut dan bisa menahan diri untuk menunggu sampai selesai ke tujuan.
6. Tumbuhkan pikiran positif
Selalu memiliki pikiran yang positif erat kaitannya dengan bersikap sabar. Ketergesaan biasanya timbul dari berbagai pikiran negatif dalam diri kita. Misalnya, takut pekerjaan tidak akan selesai tepat waktu dan lain – lain.

7. Persiapkan diri untuk hal tidak terduga
Berbagai kejadian yang diluar perkiraan juga akan menguras kesabaran jika kita tidak berlatih untuk terbiasa bersikap sabar. Kejadian – kejadian tersebut akan menjadi alasan untuk kita merasa bersuasana hati buruk sepanjang hari yang bisa mempengaruhi berbagai hal yang dikerjakan hari itu. Oleh sebab itu cobalah berlatih kesabaran agar bila ada rencana yang tidak berjalan dengan semestinya.
8. Gunakan waktu untuk beristirahat
Kehidupan yang serba sibuk dan terburu – buru menyebabkan seseorang tidak bisa menyisihkan waktu untuk beristirahat. Pola hidup semacam ini sekarang dilakukan oleh hampir semua orang dan tidak hanya terbatas pada kalangan pekerja kantoran saja. Mengambil waktu untuk beristirahat sejenak akan menjadi latihan yang bagus bagi kesabaran kita karena kita belajar menunda keinginan. Luangkan waktu untuk beristirahat sejenak dalam sehari, misalnya selama 1-2 jam untuk tidur siang atau bersantai.
7. Atasi rasa bosan
Perasaan bosan seringkali menjadi penyebab timbulnya ketidak sabaran. Bila sedang bosan atau jenuh akan sesuatu, biasanya kita akan menjadi tidak sabar dan ingin hal tersebut segera berlalu. 
8. Sabar bukan berarti menunda
Pengertian sabar dengan menunda menyelesaikan suatu pekerjaan sama sekali lain. Sabar tidak bisa dijadikan alasan untuk menunda pekerjaan kita. Penundaan suatu pekerjaan yang harus kita lakukan karena rasa malas biasanya tidak akan menghasilkan sesuatu yang positif, sedangkan menunda suatu hal dengan bersabar justru bertujuan untuk mencegah efek negatif yang mungkin muncul.
9. Buatlah segala sesuatunya menjadi sederhana
Kerumitan yang kita ciptakan sendiri dalam hidup tentu saja akan menjadi ujian bagi kesabaran kita. Segala sesuatu yang rumit tidak pernah mudah, dan akan menghasilkan kesulitan yang lebih bagi kita. Sedangkan kesulitan itu akan menguras sikap sabar dari diri kita. Oleh karena itu, sederhanakan saja semua hal yang kita bisa untuk mempermudah kehidupan yang dijalani.
10. Bersikap realistis dalam hidup
Tidak semua hal dalam hidup akan berjalan seindah dongeng, karena itu kita juga harus bisa menerima pahit manisnya kehidupan. Tidak bisa bersikap realistis merupakan salah satu penyebab ketidak sabaran seseorang.
11. Bersedia menjalani kesusahan
Dibalik setiap kesusahan pasti ada kemudahan. Kutipan ini mempunyai makna yang dalam, yaitu ketika kita dilanda kesusahan pasti akan ada kemudahan yang datang. Bila kita bisa bersabar untuk menjalani hal yang tidak menyenangkan.

Berikut adalah contoh sifat sabar yang dapat kita teladani dari Rasulullah, salah satu sifat beliau yang menonjol adalah kesabarannya. Bukan kesabaran dalam kondisi biasa, termasuk kesabaran dalam medan pertempuran yang sangat menakutkan sekalipun. Inilah yang diceritakan Said Hawwa dalam kitabnya “Ar-Rasul Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam.”

Sikap sabar beliau yang paling menonjol dalam perang terdahsyatnya adalah saat perang Uhud dan perang Khandaq. Pada hari kaum muslimin didera kekalahan, beliau tetap tegar tidak mundur sejengkalpun. Juga pada hari pengepungan pasukan sekutu terhadap kota Madinah yang membuat nafas kaum muslimin tersengal-sengal, tetapi beliau tetap memiliki harapan untuk menang. 

Imam Muslim meriwayatkan, “Rasulullah Saw berperang hanya ditemani tujuh orang Anshar dan dua orang Quraisy dalam perang Uhud.”

Saat perang Uhud, kaum musyrikin mampu menerobos dan mendekati Rasulullah saw. Salah seorang dari mereka bahkan melempari beliau dengan batu yang membuat hidung dan dagu beliau pecah, muka beliau robek hingga mengucurkan darah. Tak cukup sampai disini, kemudian tersiar kabar bahwa Nabi Muhammad telah terbunuh. Maka kaum Muslimin terpecah-pecah, sebagian masuk Madinah dan sebagian lari ke atas gunung. Para sahabat bingung, tak tahu apa yang harus diperbuat.

Rasulullah Saw memasang anak panah dan memberikannya pada Sa’ad bin Abi Waqhash dan mengatakan, “Tembakkan, jaminanmu adalah ayah dan ibuku.” Abu Thalhah Al Anshari adalah seorang pemanah yang jitu dalam menembak sasaranya, ia bertarung habis-habisan membela Rasulullah Saw,  jika ia memanah, Rasulullah Saw menampakkan dirinya melihat dimana anak panahnya mengenai sasaran.

Di saat yang sulit ini, ketika umat Islam lari bercerai-berai tidak ada yang menemani Rasulullah Saw, kecuali jumlah yang sedikit ini. Rasulullah Saw tetap tegar memimpin peperangan yang paling mengharukan antara tiga ribu pasukan kafir Quraisy melawan Rasulullah dan beberapa orang saja yang menyertainya. Beliau tidak mau menyerah kalah, tetapi bersikeras bersama orang-orang yang menyertainya bertempur habis-habisan, sampai kaum musyrikin melihat bahwa kerugian mereka lebih besar dari pada keuntunganya, sampai akhirnya lari meninggalkan Nabi Saw dan pengikutnya.

Kesabaran yang bagaimana ini?

Jangan kita lupakan bahwa kabar terbunuhnya Muhammad sudah tersiar, dan Rasulullah Saw meminta orang-orang yang mengetahui keberadaan beliau untuk tidak menolak kabar itu, agar jangan sampai membuat kafir Quraisyi mengurungkan niat meninggalkan pertempuran. Beliau tetap bersabar dalam posisi yang paling sulit dan tidak keluar dari komando tempur yang sempurna.

Sementara pada saat perang Khandaq, Madinah dikepung dengan sangat ketat, dalam waktu yang lama yang membuat kaum muslimin berada dalam posisi aman sulit sehingga mereka tidak mengenal tidur dan istirahat berhari-hari. Pasukan Ahzab menyerang mereka dari titik yang lemah. Kaum muslimin bergerak sambung-menyambung dari tempat satu ke tempat lain untuk menghindari serangan mendadak dan kaum muslimin merasa letih sebagaimana disifati Allah Swt,

(yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka. Disitulah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat. (al-Ahzab: 10-11)

Dalam situasi yang sedemikian sulit tiba-tiba Bani Quraizhah yang berada di dalam Madinah memutuskan perjanjian dengan Rasulullah Saw dan mengumumkan perang. Saat itu kaum muslimin semuanya terancam jiwanya, anak istri mereka terancam ditawan. Kesabaran yang bagaimana yang diperlukan seorang pemimpin dalam situasi dan kondisi yang sangat mencekam itu?.

Rasulullah Saw menyamar dengan pakaiannya, terlentang dan diam lama. Jika umat Islam diserang kekhawatiran, dan posisi mereka diujung tanduk, beliau segera bangkit dan meniupkan harapan dan menumbuhkan azam, serta meninggikan kembali semangat mereka. Beliau bersabda, ”Bergembiralah dan tunggulah dengan kemenangan dan dari pertolongan Allah.” 

Bahaya yang ada di depan mata dan situasi yang mencekam tidak berpengaruh sedikitpun pada jiwa sang Pemimpin Agung, bahkan yang ada dalam jiwanya adalah kesabaran yang tumbuh di atas kesabaran. Subhanallah, semoga shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepadamu ya Rasulullah. Wallahu a’lam bissawab. 
Dan (semoga) jangan sekali -kali ada diantara kamu dan aku yang meremehkan Ciptaan, Kebesaran, Perintah dan Kekuasaan-Nya dengan berkata "sabar ada batasnya", sebenarnya sabar tak ada batasanya karena ia dalah Ciptaan dan Perintah-Nya kemudian jika aku dan kamu sekalian yakin kepada-Nya dan menjadikan Sabar dan Sholat sebagai penolongmu dan penolongku, Allah akan limpahkan kekuatan dari kesabaran di setiap masalah dan cobaan kita, sesungguhnya Allah bersama orang - orang yang sabar. Semoga kamu dan aku termasuk orang-orang sabar dan dekat dengan-Nya.

Sekian artikel tentang pengertian, contoh, dan cara sabar yang di perintahkan Allah Swt dan di contohkan oleh Rasulullah Saw. Wassalamu’alaikum

Sumber :