Aprinda Rizky Ma'rufi

" Ia adalah lagu, musik yang kuputar selalu, nada yang mendayu, dentingan piano yang membuat candu. Aku panggil ia dengan sebutan “Kamu”. "
Ikuti Aku

Reminisensi,

puisi ber-rima akhiran si


ingatan hati yang terdegredasi, 
meluap memburai menyayat emosi, 
mengalirkan rasa yang terdistorsi.

bukan, ini bukan sekedar intuisi, 

atau khayalan dari animasi, 
sebab ini terjadi terkorelasi, 
merekat dengan sendirinya mendokumentasi. 

hilanglah, kita sudah tak sedimensi, 
lenyaplah, perasaanku sudah berotasi. 
hanya butuh mediasi, 
menyanitasi dan menaturalisasi hati, 
biarkan aku berkreasi.

 masa lalu tentangmu tak patut ku konduksi, lagi. 
maaf aku terlalu memenjarakan hati dan memproteksi. 
kisah kita hanya sebuah halusinasi. 
--hanya sebuah kata sedikit berpuisi, tak maksud apa apa hanya melatih diksi-- #puisi #diksi #halusinasi#diaryjomblo

doc:Mudafest 2017 SMKN 1 Garut

Tak terasa semester genap sebentar lagi akan berlalu, bagi teman teman yang sekarang duduk di bangku sekolah kelas 12 inilah akhir dari masa jabatan kalian sebagai siswa sekolah. masa-masa putih abu-abu tak yang katanya tak akan terlupakan akan segera berakhir. Kegiatan sekolah mulai dari belajar, jam-jam kosong yang menyenangkan, makan bersama teman di kantin, kegiatan ekstrakurikuler, dan tertawa bersama teman seorganisasi akan menjadi kenangan yang akan kalian rindukan.
Bicara tentang kegiatan disekolah, tak ada salahnya jikalau kita membahas tentang kegiatan ekstrakurikuler atau biasa disebut ekskul. setiap sekolah pastinya menyediakan beberapa kegiatan ekstrakurikuler untuk siswa-siswinya. tapi sebenarnya apasih manfaat dari kegiatan ekstrakurikuler ini ? yuk kita simak satu per satu.

1.     Menentukan Pilihan dan Prioritas.

Dari kegiatan ekstrakurikuler, teman-teman akan mendapatkan banyak sekali pembelajaran. Salah satunya menentukan pilihan atau prioritas yang harus diutamakan. Di ekstrakurikuler siswa diajarkan untuk bertanggung jawab atas pilihannya. Mempertimbangkan dan Menyeimbangkan antara pekerjaan rumah, tugas sekolah, belajar disekolah dengan tanggung jawanya sebagai anggota dari kegiatan ekstrakurikuler yang teman ikuti. Juga menyeimbangkan dengan masalah perasaan, yang sudah sewajarnya pada usia teman sekarang hihihi.

2.       Berkomitmen

Selain dari menentukan pilihan, kegiatan ekstrakurikuler juga mengajarkan bagaimana teman-teman kuat bertahan dan serius menjalankan pilihan yang sudah teman pilih sebelumnya. Apalagi jika teman sudah mengemban jabatan disalah satu kegiatan ekskul yang teman-teman ikuti.

3.       Membuat keputusan.

Merupakan suatu masalah bersama jika dalam hidup seseorang sulit menentukan sebuah keputusan, ini terjadi karena seseorang tersebut kurang dan jarang membiasakan hidupnya untuk membuat keputusan secara cepat. Jika teman mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pastinya sudah terbiasa dalam menentukan sebuah keputusan yang cepat dan baik, karena dari kegiatan ekstrakurikuler ini memerlukan skill kreatifitas, inovasi, inisiatif dan perencanaan, juga mempertimbangkan sebuah resiko.

4.       Percaya diri

Banyak dari siswa-siswi sekolah yang bermasalah soal Kepercayaan diri, Karena dirinya tidak terbiasa berbicara didepan umum. Berbeda dengan seorang yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, sebab di kegiatan ekskul teman-teman akan merasa lebih pede dan percaya diri karena terbiasa berbicara didepan umum.

5.       Kerja Sama dan Bersosialisasi

Sudah menjadi tuntutan jika teman-teman mengikuti suatu kegiatan ekstrakurikuler untuk bisa bekerja sama, sebab dalam Kegiatan Ekskul dibutuhkan kekompakan dan pemecahan masalah secara bersama. Juga terkadang dalam kegiatan ini teman-teman diwajibkan turun ke Masyarakat untuk bersosialisasi.

6.       Lebih dikenal dan Eksis

Biasanya siswa/siswi yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler lebih banyak dikenal dan lebih mudah dikenal oleh kalangan siswa yang lainnya maupun guru. Ini bisa menjadi cara bila teman ingin mendapatkan nilai yang baik, sebab guru-guru akan mudah menilai siswanya karena sudah mengenal atau sudah biasa mendengar nama siswa tersebut.

7.       Ajang melupakan.

Berbicara tentang masa sekolah, tidak bisa dipisahkan dari masalah perasaan. Kadang masalah perasaan ini bisa merambat kesegala arah. Tak jarang dari siswa yang memiliki masalah dengan perasaan atau pasangannya khususnya dalam hal melupakan, menyibukan diri dengan kegiatan Ekskul, karena dengan menyibukan diri ini teman-teman bisa terbiasa menghilangkan pikiran tentang bekas pasangan atau mantan.


Tetapi masih banyak manfaat yang ada dalam kegiatan Ekstrakurikuler, contohnya adalah nilai-nilai bermasyarakat dan nilai-nilai kehidupan yang lain. Karena setiap siswa yang mengikuti kegiatan ekskul akan memiliki permasalahan yang bebeda, dan dalam permasalahan itu siswa dapat dengan mudah bersyukur, bertanggung jawab, dan mengambil hikmah dari segala permasalahan tersebut.

Pualam.

puisi ber-rima akhiran am



tinggi rasaku mendentum alam, 
bagai granat yang terpendam, "dam-dam", 
mengelegar tak bisa diredam, 
mengusir kejam kesunyian malam.

ingin rasanya ku eram,
 namun, 
kerasnya hancurkan kapal sampai tenggelam, 
karam menuju palung yang terdalam.

geram, ingin kusulam dan anyam, namun ia terus bergumam, 
" sudahlah, katakan saja rasa yang terpendam bagai dendam, 
sebab tak bisa kau simpan bak logam atau saham. biar ia tertanam,  
menyelam dalam hatinya yang hitam  diam beragam walau sedikit masam".



Untuk Wanita Muda yang ingin Dinikahi secepatnya dan yang masih bersikukuh untuk menjadi wanita karir ingatkah kalian akan peran kalian ? tahukah kalian sebenarnya kalian diciptakan untuk apakah ? peran Mulia apa yang Allah berikan ? sudahkah kalian mempersiapkan diri untuk Peran Mulia ini ?
Jika tidak mari kita mengingat bersama
1. hal yang pertama harus kalian ingat adalah kalian diciptakan agar menjadi seorang Istri, sedikit penjelasan tentang itu istri berperan sebagai penenang hati kami kaum Laki-laki, saat kami sedih--kalianlah yang menenangkan, saat kami sedang kesulitan--kalian yang membantu, saat kami terpuruk-- kalianlah yang menyemangati kami. namun bagaimanakah jadinya jika saat kami sedih,sulit,dan terpuruk kalian tidak ada dirumah ? hasilnya adalah perpecahan keluarga. maka ingatlah kalian ketika Rasulullah sedang dalam ketakutan dan kesedihan terhadap Wahyu yang akan ia terima, siapakah yang Menenangkan Beliau ? Khadijah. Khadijah berkata : Demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu selama-lamanya. Karena sungguh engkau suka menyambung silaturahmi, menanggung kebutuhan orang yang lemah, menutup kebutuhan orang yang tidak punya, menjamu dan memuliakan tamu dan engkau menolong setiap upaya menegakkan kebenaran.” (HR. Muttafaqun ‘alaih) Tidak ada yang diinginkan bagi seorang laki-laki melainkan seorang wanita yang dapat menerimanya apa adanya, percaya dan yakin kepadanya dan selalu membantunya ketika sulitnya.ingat kami butuh kalian saat kami sedang kesulitan, kami menginginkan kalian dirumah saat kami sedang kelelahan membanting tulang seharian. sebenarnya kami tak memerlukan kalian membantu mencari nafkah, sebab Allah menjadikan itu peran kami, biarlah kami yang bertanggung jawab atas nafkah keluarga. janganlah terpengaruh dunia saat ini, janganlah kalian ego akan kesetaraan gender, sebab Allah telah memberikan Laki-laki dan Wanita tugasnya masing masing.
2. Ingatlah peran kalian sebagai Ibu. sungguh peran ini adalah peran yang tak kalah mulianya disisi Allah.“Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk kuperlakukan dengan baik?” Beliau berkata, “Ibumu.” Laki-laki itu kembali bertanya, “Kemudian siapa?”, tanya laki-laki itu. “Ibumu”. Laki-laki itu bertanya lagi, “Kemudian siapa?”, tanya laki-laki itu. “Ibumu”, “Kemudian siapa?” tanyanya lagi. “Kemudian ayahmu”, jawab beliau.” (HR. Al-Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 6447). kata ibu bukanlah kata yang tak bermakna, tetapi mempunyai banyak makna didalamnya. sebab dari hadist ini kita tahu bahwa yang mempunyai hak paling banyak atas anaknya adalah ibunya, terutama bagi Laki-laki. Wanita sebagai ibu adalah Sekolah pertama bagi anak-anaknya maka jangan salahkan seseorang yang lain jika nanti anak kalian tak taat kepada Allah, atau menjadi anak yang nakal. sebab itu tergantung pada Ibunya mengajarkannya, dan seberapa banyak waktu seorang Ibu untuk anaknya. maka sekali lagi janganlah ego untuk mencari perkerjaan, sebab itu bukanlah kewajiban kalian. Kewajiban kalian adalah sebagai seorang Ibu, yang menyayangi Mengasihi dan Mengajari anak kalian.
coba bayangkan mengapa dunia saat ini mempunyai generasi muda penerus yang hancur, tawuran sana sini, pergaulan bebas sana sini, kekinian yang menjerumuskan disana dan disini. itu disebabkan karena sistem peran dalam keluarga yang tak bejalan dengan baik. seorang istri yang seharusnya ada dirumah untuk menyenangkan suaminya, malah kerja dan jarang waktu ada dirumah. akibatnya banyak perselingkuhan di lingkungan kerja entah antara laki-laki yang telah beristri atau wanita yang telah bersuami, akhirnya perceraian yang ada. juga dari jarangnya ada wanita dirumah, anaknya terlantar tak memiliki perhatian dan pengajaran lebih dari Ibunya sendiri, akhirnya anak tersebut menjadi liar dan tak terkendali.
bukan untuk menyalahkan wanita, dan tidak menyalahkan wanita untuk memperoleh ilmu setinggi-tingginya, tetapi kalian Wanita, ingatlah akan peran dan kewajiban yang telah Allah Berikan kepada kalian, Peran yang Mulia dan Sangat Penting untuk kemajuan bangsa dan Agama Allah, yaitu peran menjadi seorang Istri dan Ibu. Generasi Penerus ada ditangan kalian.
Ibu Kartini salah satu pejuang emansipasipun tidak melupakan tugasnya menjadi seorang Istri dan Ibu. maka ini adalah salah kaum fenimisme yang menyebarkan ajaran agar peran wanita setara dengan laki-laki